BAHAGIA TAK HARUS DENGAN HARTA

| Senin, 08 Juni 2015
Di sebuah kota, ada seorang pemulung. Meskipun kehidupannya sangat sederhana, namun dia tetap bahagia. Hobinya bernyanyi. Mulai dari pagi dia berangkat untuk mengutip barang sisa hingga malam kembali ke rumah, dia selalu bernyanyi tanpa beban. Sementara tak jauh dari rumahnya ada seorang pengusaha kaya. Meskipun dia memiliki banyak harta tetap saja hidupnya tidak bahagia karena dia selalu merasa ketakutan kalau-kalau ada yang mencuri hartanya. Karena ketakutan tersebut setiap malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Tiap pagi, saat pengusaha mendengar pemulung itu bernyanyi, dia merasa heran dan mulai bertanya-tanya dalam hati, "Mengapa pemulung yang tidak memiliki banyak harta, bisa sebahagia ini? sedangkan aku saja sulit untuk tidur. Andaikan saja tidur bisa seperti mobil dan motor yang mudah untuk aku beli."
Pada suatu hari, akhirnya sang pengusaha bertanya kepada pemulung itu, "Pak, berapa pendapatanmu dalam sebulan?"
Pemulung itu kaget dan berkata sambil tersenyum, "Sebulan? keseharian saja pendapatan saya tidak menentu, kadang ada kadang tidak. Setiap hari asalkan bisa makan saya sudah bersyukur dan bahagia."
Pengusaha itu semakin penasaran, "Bagaimana bapak bisa sebahagia ini sambil bernyanyi?"
"Asalkan setiap hari aku makan, aku sudah puas. Aku tidak banyak berpikir dan aku tak merasa susah." kata Pemulung itu.
"Aku sangat iri padammu, maka akan ku hadiah kan mobilku untukmu. Jagalah baik-baik, mungkin nanti kau akan membutuhkannya." kata Pengusaha sambil memberikan mobil termahalnya kepada pemulung itu.
Seumur hidup belum pernah si pemulung menaiki mobil, pada kesempatan kali ini si pemulung diberikan mobil termahal oleh si pengusaha. Dia sangat berterima kasih dan kembali ke rumah dengan perasaan gembira.
Sampai di rumah ia menaruh mobil itu di depan rumahnya yang beralaskan kardus. Dan sejak saat itu, si pemulung tidak lagi terdengar menyanyi seperti biasanya, keceriaannya mendadak lenyap dan selalu merasa ketakutan kalau-kalau mobilnya dicuri oleh orang. Dia juga selalu mencurigai orang-orang yang lewat di depan rumahnya dan berpikir bahwa mereka akan mengambil harta mewahnya. Akhirnya dia pun tidak bisa lagi tidur dengan nyenyak.
Setelah beberapa bulan, si pemulung semakin stress dan hilang keceriaannya. Akhirnya karena tidak tahan si pemulung mengembalikan lagi mobil mewahnya kepada si pengusaha sambil berkata, "Pak tolong kembalikan keceriaan nyanyian dan kebahagiaanku, ambil lah kembali mobilmu."
Setelah mengembalikan mobil itu kepada pengusaha. Maka, dia pun kembali menyanyi dengan ceria dan tidur nyenyak pada malam hari.

Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan harta. Rasa bahagia datang dari dalam diri kita sendiri saat merasa nyaman dengan apa yang ada pada diri kita dan bisa membahagiakan orang disekitar kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Prev
▲Top▲