Newest Post

BAHAGIA TAK HARUS DENGAN HARTA

| Senin, 08 Juni 2015
Baca selengkapnya »
Di sebuah kota, ada seorang pemulung. Meskipun kehidupannya sangat sederhana, namun dia tetap bahagia. Hobinya bernyanyi. Mulai dari pagi dia berangkat untuk mengutip barang sisa hingga malam kembali ke rumah, dia selalu bernyanyi tanpa beban. Sementara tak jauh dari rumahnya ada seorang pengusaha kaya. Meskipun dia memiliki banyak harta tetap saja hidupnya tidak bahagia karena dia selalu merasa ketakutan kalau-kalau ada yang mencuri hartanya. Karena ketakutan tersebut setiap malam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Tiap pagi, saat pengusaha mendengar pemulung itu bernyanyi, dia merasa heran dan mulai bertanya-tanya dalam hati, "Mengapa pemulung yang tidak memiliki banyak harta, bisa sebahagia ini? sedangkan aku saja sulit untuk tidur. Andaikan saja tidur bisa seperti mobil dan motor yang mudah untuk aku beli."
Pada suatu hari, akhirnya sang pengusaha bertanya kepada pemulung itu, "Pak, berapa pendapatanmu dalam sebulan?"
Pemulung itu kaget dan berkata sambil tersenyum, "Sebulan? keseharian saja pendapatan saya tidak menentu, kadang ada kadang tidak. Setiap hari asalkan bisa makan saya sudah bersyukur dan bahagia."
Pengusaha itu semakin penasaran, "Bagaimana bapak bisa sebahagia ini sambil bernyanyi?"
"Asalkan setiap hari aku makan, aku sudah puas. Aku tidak banyak berpikir dan aku tak merasa susah." kata Pemulung itu.
"Aku sangat iri padammu, maka akan ku hadiah kan mobilku untukmu. Jagalah baik-baik, mungkin nanti kau akan membutuhkannya." kata Pengusaha sambil memberikan mobil termahalnya kepada pemulung itu.
Seumur hidup belum pernah si pemulung menaiki mobil, pada kesempatan kali ini si pemulung diberikan mobil termahal oleh si pengusaha. Dia sangat berterima kasih dan kembali ke rumah dengan perasaan gembira.
Sampai di rumah ia menaruh mobil itu di depan rumahnya yang beralaskan kardus. Dan sejak saat itu, si pemulung tidak lagi terdengar menyanyi seperti biasanya, keceriaannya mendadak lenyap dan selalu merasa ketakutan kalau-kalau mobilnya dicuri oleh orang. Dia juga selalu mencurigai orang-orang yang lewat di depan rumahnya dan berpikir bahwa mereka akan mengambil harta mewahnya. Akhirnya dia pun tidak bisa lagi tidur dengan nyenyak.
Setelah beberapa bulan, si pemulung semakin stress dan hilang keceriaannya. Akhirnya karena tidak tahan si pemulung mengembalikan lagi mobil mewahnya kepada si pengusaha sambil berkata, "Pak tolong kembalikan keceriaan nyanyian dan kebahagiaanku, ambil lah kembali mobilmu."
Setelah mengembalikan mobil itu kepada pengusaha. Maka, dia pun kembali menyanyi dengan ceria dan tidur nyenyak pada malam hari.

Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan harta. Rasa bahagia datang dari dalam diri kita sendiri saat merasa nyaman dengan apa yang ada pada diri kita dan bisa membahagiakan orang disekitar kita.

BAHAGIA TAK HARUS DENGAN HARTA

Posted by : Unknown
Date :Senin, 08 Juni 2015
With 0komentar

AKU YANG DIBUANG

| Minggu, 07 Juni 2015
Baca selengkapnya »


Ada seorang suami yang pulang dari medan perang menelepon istrinya di rumah. Istrinya senang dan bahagia mendengar suaminya kembali dari medan perang dengan selamat. Istrinya segera menyuruh sang suami untuk segera pulang. Sang suami pun sudah tak sabar ingin bertemu dengan istri dan mertuanya karena sudah berbulan-bulan ia tidak pulang.
Sang suami bertanya kepada istri dan mertuanya lewat telepon, apakah dia boleh membawa temannya untuk tinggal bersama. Istri dan mertuanya pun setuju lagipula rumah mereka luas dan hidup mereka kaya dan berlimpah harta karena hasil berperang sang suami.
Sang suami berkata, "Tetapi sahabatku ini tidak sempurna, ia hanya memiliki satu lengan saja.".
Mendengar penjelasan sang suami, istri dan mertuanya membatalkan niatnya untuk mengajak sahabat suaminya tersebut tinggal di rumah. Mereka menjelaskan kepada sang suami, "bawalah sahabatmu itu ke panti perawatan perang, kita akan merasa kerepotan mengurus segala keperluannya. Sebaiknya kamu segera pulang kami merindukanmu. Di mana kamu tinggal? kami akan menjemputmu."
Mendengar penjelasan tersebut sang suami merasa kecewa dan akhirnya memberikan alamat tempat dia tinggal setelah berperang.
Keesokan harinya istri dan mertuanya menjemput sang suami di alamat yang telah diberikan, dan menemukan kabar bahwa sang suami tewas bunuh diri. Setelah melihat mayat sang suami, istri dan mertuanya kaget karena dia melihat sang suami hanya memiliki satu lengan saja.

Seseorang yang kita sayang akan mudah membuang, melupakan, tidak menganggap kita ada jika kita tidak sempurna di matanya. Padahal kasih sayang dan cinta itu tanpa syarat karena apapun kondisi orang yang kita sayangi kita harus menerimanya dengan hati yang tulus karena ALLAH SWT pasti memiliki rencana indah untuk kita.

AKU YANG DIBUANG

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 07 Juni 2015
With 0komentar

MALAIKAT PELINDUNGMU

|
Baca selengkapnya »
Ketika seorang bayi siap terlahir ke dunia, dia bertanya kepada Tuhan, "Para Malaikat berkata bahwa besok Engkau akan menurunkanku ke dunia, bagaimana cara aku bertahan hidup? saya begitu lemah dan kecil."
Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjagamu dan mengasihimu."
Bayi berkata lagi, "Tapi di surga, aku cukup bahagia dengan bernyanyi dan tertawa."
Tuhan menjawab, "malaikatmu setiap hari akan selalu bernyanyi dan tersenyum untukmu, kamu akan merasakan ketulusan dan kehangatan cinta darinya, kamu akan merasa bahagia."
Si bayi masih bertanya, "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang bicara jika aku tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan menjelaskan, "Malaikatmu akan berbicara denganmu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar dan dengan penuh kesabaran malaikatmu akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara."
Si bayi masih penasaran, "Apa yang dapat aku lakukan saat aku ingin bicara kepada-Mu?"
Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkanmu caranya berdoa."
Si bayi masih belum puas, dan bertanya kembali, "Di dunia banyak orang jahat, siapa yang akan melindungiku?"
Dengan Maha Pengasih Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu walaupun nyawanya menjadi taruhan."
Si bayi semakin penasaran dan sekali lagi berkata, "Aku akan bersedih karena tidak melihat-Mu lagi."
Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku berada disisimu."
Surga menjadi begitu tenang, dan sang bayi dengan nada sedih bertanya, "Tuhan jika aku harus pergi, beritahu aku siapa nama malaikat pelindungku nanti?"
Tuan menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu, IBU."

Peluklah ibumu yang menyayangimu dengan kasih sayang yang tulus, ciumlah kaki ibumu karena surgamu ada dibawah kakinya. berdoalah untuk kesehatan dan keselamatannya, rasakan cinta dan pelukannya bila kau menyesal di masa datang kembalilah padanya yang selalu menyayangimu, berilah yang terbaik sampai akhir hayatnya.

MALAIKAT PELINDUNGMU

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Sepenggal Kata Untuk Tuhan

| Rabu, 01 April 2015
Baca selengkapnya »




Ya… Tuhan apabila hati ini sombong maka bersihkanlah,
Ya… Tuhan apabila hati ini iri maka hilangkanlah,
Ya… Tuhan jika kehidupanku sekarang membuat  aku dekat dengan-Mu maka berilah aku cinta-Mu,
Ya… Tuhan pantaskan diriku dalam Kasih-Mu,
Ya… Tuhan,
Matikan aku dalam jalan-Mu,
Mengapa hati ini iri?
Mengapa hati ini sombong?
Karena aku jauh dengan-Mu,
Apabila malamku habis bersama-Mu,
Jadikan malam indah dalam doa-Mu,
Ya… Tuhanku bawalah aku ke surga-Mu

Sepenggal Kata Untuk Tuhan

Posted by : Unknown
Date :Rabu, 01 April 2015
With 0komentar

Bahaya Riba

| Kamis, 14 November 2013
Baca selengkapnya »

Bahaya Riba
Allah SWT berfirman : 
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka Ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (Q.S Al-Baqarah ayat 278-279)
Diantara bahaya riba adalah :
1.      Dilaknat Allah ta’ala
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja”.
Dan yang di maksud dengan laknat yaitu di jauhkan dari rahmat Allah. Dengan berdalil hadits ini imam Ibnul Qayyim berkata bahwasanya riba pada dasarnya hukumnya adalah  haram dengan kesepakatan kaum muslimin, walaupun mereka berselisih dalam memberikan perincian masalah ini, menjelaskan hukum-hukum yang berkaitan dengannya, dan menafsirkan syarat-syaratnya. Maka hendaknya bagi para penjual dan pembeli untuk mempelajari bagaimana tata cara bermuamalah, karena suata saat dia melakukan riba dengan tidak ada maksud untuk melakukannya.
2.      Penghuni neraka dan kekal didalamnya
Firman allah ta’ala yang artinya :
orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS Al-Baqarah 275)
Allah akan menghilangkan keberkahan harta dari hasil riba dan pelakunya dicap melakukan tindakan kekufuran,
sebagaimana firman-Nya yang artinya :
Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.(QS Al-Baqarah 276).
3.      Diperangi Allah dan rasulnya, dan tidak termasuk golongan orang yang beriman.
Firman Allah ta’ala yang artinya  :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS al-Baqorah 278-279). Wallahu a’lam

Bahaya Riba

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 14 November 2013
With 0komentar

FINAL CHAMPIONS LEAGUE TAHUN 1999

| Kamis, 24 Oktober 2013
Baca selengkapnya »
UEFA 1999 Final Liga Champions adalah sepak bola pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 26 Mei, 1999. Pertandingan itu dimainkan di Camp Nou di Barcelona , Spanyol , untuk menentukan pemenang 1998-99 Liga Champions . The final diperebutkan oleh Manchester United dan Bayern Munich . Pertandingan diingat adalah terbaik untuk Manchester United mencetak dua gol menit-menit terakhir di injury time untuk menang 2-1, setelah tertinggal untuk sebagian besar pertandingan. Kemenangan United adalah puncak dari musim Treble memenangkan mereka , setelah mereka telah memenangkan FA Premier League dan Piala FA di awal bulan. Bayern juga bermain untuk Treble mereka sendiri, karena telah memenangkan Bundesliga dan meraih tempat di Piala Jerman akhir,. namun, Bayern kemudian kalah di final 
Manchester United mengenakan kemeja merah tradisional mereka, sementara Bayern Munich mengenakan abu-abu dan merah anggur Liga Champions kit. Wasit Pierluigi Collina telah dikutip sebagai salah satu pertandingan yang paling mengesankan dalam karirnya, karena suara yang luar biasa seperti "auman singa" dari kerumunan di akhir pertandingan.
BAGI YANG INGIN MENYAKSIKAN FULL MATCH FINAL CHAMPIONS LEAGUE 1999 (atau bisa download lewat IDM)


FINAL CHAMPIONS LEAGUE TAHUN 1999

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 24 Oktober 2013
With 0komentar

WANITA KARIR DALAM PANDANGAN ISLAM

| Jumat, 18 Oktober 2013
Baca selengkapnya »

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Setiap manusia dari berbagai latar belakang baik gender, suku, bangsa maupun bahasa memiliki hak dasar yang harus dihormati. Salah satunya adalah hak bekerja.Wanita sebagai makhluk yang mulia di mata Allah SWT juga memiliki beberapa permasalahan diantaranya menyangkut tentang profesi wanita diluar rumah.
Dalam dua abad terakhir, sebagian dari populasi masyarakat dunia adalah perempuan yang juga memiliki hak untuk bekerja dan berkarir di tengah publik. Meski demikian, perempuan bekerja dan berkarir di luar rumah sebagaimana yang terjadi dewasa ini merupakan fenomena yang terbilang baru.
B.        Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan masalah-masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1.      Jelaskan fenomena istri yang bekerja?
2.      Apa saja dampak negatif apabila wanita bekerja diluar rumah?
3.      Apa saja dampak positif apabila wanita bekerja diluar rumah?
4.      Bagaimana fenomena istri yang gajinya lebih besar daripada suami?
5.      Apa usaha agar terciptanya keluarga yang sakinah?
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Fenomena Wanita Bekerja
Allah SWT berfirman : 
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S Al-Ahzab: 33)
Dalam konsep tradisional mengenai rumah tangga, hak dan kewajiban dari tugas laki-laki dengan perempuan berbeda atau dipisahkan secara tegas. Perbedaan tersebut dianggap sudah melekat (inherent) di dalam jenis kelamin itu sendiri, sudah terbawa sejak lahir dan tidak bisa diubah. Laki-laki karena dia bejenis kelamin laki-laki, maka perannya adalah di ranah public (domain public) sebagai pencari nafkah. Sebaliknya perempuan berperan di lingkungan rumah tangga (domain domestic), terutama mengurus rumah tangga, mengelola hasil kerja suami, serta mendidik anak. Dengan kata lain, tugas perempuan adalah di sector konsumsi dan reproduksi.[1]
Seiring dengan perubahan dan tuntutan zaman, rumah tangga pada masa modern telah mengalami perubahan radikal. Perubahan itu menyangkut peran perempuan diluar rumah, yakni bekerja, yang pada masa sekarang bukan lagi hal asing lagi di zaman sekarang. Mulai dari menggerakkan roda-roda mesin, jadi kuli bangunan hingga ke bidang yang sesuai dengan fitrahnya jadi perawat atau guru. Saat ini sebutan untuk wanita yang mampu menjalani peran ganda ini dengan baik sebagai ‘super mom’.[2]
Sebagian wanita beralibi bahwa mereka juga mempunyai keinginan untuk mengembangkan kemampuan dan ilmu yang dimilikinya. Hal ini bisa dilakukan dengan bekerja, baik itu bekerja diluar rumah atau berkantor di rumah. Selain itu, faktor ekonomi sedikit banyak juga mempengaruhi seseorang wanita atau ibu bekerja atau tidak mengingat makin meningkatnya kebutuhan keluarga terutama untuk biaya anak. Selain ekonomi, kebutuhan social-relasional adan akulturasi menjadi motif lain dari wanita bekerja. Sekalipun hal tersebut menjadi masalah pilihan bagi wanita untuk menentukan masa depan dirinya dan keluarganya. Menjadi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja dua-duanya memiliki konsekuensi dan kelebihan bagi yang menjalaninya. Namun, bagi wanita yang memilih untuk menjalani peran ganda, yakni peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita bekerja, tentunya memiliki konsekuensi tersendiri.
Jessica Anderson, seorang dokter spesialis perempuan menuturkan, "Kerja hanya sebagian dari kehidupan, tapi bukan semuanya. Sebab tugas utama perempuan adalah mendidik anak. Namun budaya Konsumerisme Barat justru menekankan peran perempuan di luar rumah. Peran sebagai ibu dan istri hanya sebagai sampingan bukan yang utama. Berlanjutnya masalah ini menyebabkan tekanan psikologis dan psikis yang terus-menerus bagi anak-anak dan para ibu sendiri".
Jika Barat mengusung kesetaraan gender atas nama penghormatan terhadap hak perempuan, tapi substansinya justru meminggirkan peran utama perempuan. Islam memandang wanita dan pria memiliki hak yang sama sebagai manusia. Tapi ada pembagian peran utama keduanya. Secara kemanusiaan, laki-laki tidak memiliki keistimewaan dibandingkan perempuan sama sekali. Agama Islam mengakui dan menerima peran perempuan di tengah masyarakat. Peran utama wanita bukan di luar rumah, tapi sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anak-anaknya. Islam membolehkan perempuan bekerja di luar rumah, tapi kewajiban untuk mencari nafkah terletak di tangan suami. Kerja bagi perempuan hanya sebuah pilihan, bukan kewajiban.
B.        Dampak Negatif Wanita Yang Bekerja Diluar Rumah
Apabila seorang istri bekerja diluar rumah dan itu akan merugikan hak suami, maka kerja seperti itu tidak diperbolehkan. Akan tetapi kalau kerja diluar itu tidak mengurangi hak suami, maka itu tidak apa-apa.[3]
Pembahasan ilmiah lain, telah menetapkan bahwa seorang wanita yang bekerjs mudah terkena penyakit jantung. Kebanyakan wanita yang terkena penyakit ini adalah wanita yang belum berkeluarga, tidak melahirkan anak, dan yang bekerja pada posisi atau jabatan direksi. Sesungguhnya keluarnya wanita untuk bekerja itu menyimpang dari koridor keluarganya, dan memunculkan bentrokan peranannya antara rumah, orientasi karier dan masyarakat dari satu sisi. Juga antara ketidakberdayaannya secara penuh dan mengharmoniskan tuntutan-tuntutan rumah dan pekerjaan dari sisi lain.[4]
Adapula dampak lain dari wanita yang bekerja diluar rumah diantaranya sebagai berikut:
·         Seorang wanita akan merasa kecapaian permanen akibat terakumulasinya beban dan tanggung jawab pekerjaan dan kewajiban-kewajibannya terhadap keluarga. Ketika wanita sampai pada usia menopause, dan terhenti haid serta semua yang berhubungan dengan kewanitaannya, maka mulailah ia mengeluhkan tingginya tekanan darah. Sehingga, membuat pekerjaannya diluar rumah semakin membantu mempercepat terserangnya berbagai penyakit. Penyakit yang serius adalah penyakit jantung dan urat-urat nadi.
·         Kadar terjadinya penyakit kepala bagi wanita karir itu berkelipatan tujuh kali lebih banyak disbanding para wanita yang berada di rumah, sebagaimana berbagai laporan medis terkini mengumumkannya.[5]
Gerakan kembali ke rumah adalah tren yang dari hari ke hari semakin bertambah kuat di Perancis, Jerman, dan seluruh Negara barat. Konferensi dunia UNESCO yang ada di kota Paris diselenggarakan dalam rangka menguatkan bahwa tesis mengenai eksistensi seorang ibu di rumah merupakan salah satu faktor terkuat untuk memberdayakan keluarga.
Demikianlah barat mulai kembali kepada apa yang telah dinyatakan oleh Islam. Yaitu, bahwa secara tabiat (fitrah) rumah adalah tempat bagi wanita.[6]
C.       Dampak Positif Wanita Yang Bekerja Diluar Rumah
·        Terhadap Kondisi Ekonomi Keluarga
Dalam kehidupan manusia kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan primer yang dapat menunjang kebutuhan yang lainnya. Kesejahteraan manusia dapat tercipta manakala kehidupannya ditunjang dengan perekonomian yang baik pula. Dengan berkarir, seorang wanita tentu saja mendapatkan imbalan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk menambah dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Pratiwi Sudamona mengatakan bahwa pria dan wanita adalah “Mitra Sejajar” dalam menunjang perekonomian keluarga. Dalam konteks pembicaraan keluarga yang modern, wanita tidak lagi dianggap sebagai mahluk yang semata-mata tergantung pada penghasilan suaminya, melainkan ikut membantu berperan dalam meningkatkan penghasilan keluarga untuk satu pemenuhan kebutuhan keluarga yang semakin bervariasi.
·         Sebagai Pengisi Waktu
Pada zaman sekarang ini hampir semua peralatan rumah tangga memakai teknologi yang mutakhir, khususnya di kota-kota besar. Sehingga tugas wanita dalam rumah tangga menjadi lebih mudah dan ringan. Belum lagi mereka yang menggunakan jasa pramuwisma (pembantu rumah tangga), tentu saja tugas mereka di rumah akan menjadi sangat berkurang.
Hal ini bisa menyebabkan wanita memiliki waktu luang yang sangat banyak dan seringkali membosankan. Maka untuk mengisi kekosongan tersebut diupayakanlah suatu kegiatan yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka.
Diungkapkan oleh Abdullah Wakil bahwa kemudahan-kemudahan yang didapat wanita dalam melakukan tugas rumah tangga, telah menciptakan peluang bagi mereka untuk leluasa mencari kesibukan diluar rumah, sesuai dengan bidang keahliannya supaya dapat mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat sebagai wanita yang aktif berkarya.
·         Peningkatan Sumber Daya Manusia
Kemajuan teknologi di segala bidang kehidupan menuntut sumber daya manusia yang potensial untuk menjalankan teknologi tersebut. Bukan hanya pria bahka wanitapun dituntut untuk bisa dapat mengimbangi perkembangan teknologi yang makin kian pesat.
Jenjang pendidikan yang tiada batas bagi wanita telah menjadikan mereka sebagai sumber daya potensial yang diharapkan dapat mampu berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan, serta dapat berguna bagi masyarakat, agama, nusa dan bangsanya.
·         Percaya Diri Dan Lebih Merawat Penampilan
Biasanya seorang wanita yang tidak aktif di luar rumah akan malas untuk berhias diri, karena ia merasa tidak diperhatikan dan kurang bermanfaat. Dengan berkarir, maka wanita merasa dibutuhkan dalam masyarakat sehingga timbullah kepercayaan diri. Wanita karir akan berusaha untuk memercantik diri dan penampilannya agar selalu enak dipandang. Tentu hal ini akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi suaminya, yang melihat istrinya tampil prima di depan para relasinya.
D.       Fenomena Gaji Istri Lebih Besar Dari Suami
Rasulullah SAW punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di dalam kamarnya. Sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis. Bahkan sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri Syam. Setelah menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya.
Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus bisnisnya. Bahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah mencatat bahwa Khadijah ra. dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah SAW.
Artinya, suami dan istri bisa sama-sama memiliki penghasilan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, adakalanya penghasilan istri lebih tinggi dari penghasilan suaminya.
Masalah penghasilan istri lebih besar dibanding suami ternyata bila dibiarkan sering menimbulkan akibat yang fatal, bahkan hingga ketingkat perceraian. Selama ini anggapan bahwa suami adalah pemimpin keluarga telah menjadi dasar pondasi sebuah rumah tangga. Disini seorang suami dituntut memiliki wibawa, yang salah satunya adalah memiliki penghasilan tetap. Sehingga penghasilan disini sudah merupakan harga diri bagi seorang lelaki.
Perbedaan penghasilan Isteri dengan suami selanjutnya dapat memunculkan kondisi antara lain :
Munculnya egoisme difihak isteri.
Begitu sang isteri memiliki pendapatan sendiri yang bahkan lebih besar dari pendapatan suami biasanya muncul ego sang istri. Karena merasa sudah merasa tidak bergantung kepada suami. Akhirnya muncul “pembangkangan” terhadap tugasnya sebagai seorang istri ataupun seorang ibu.
Munculnya rasa rendah diri suami
Seorang suami akan merasa minder atau rendah diri bila gaji istrinya lebih besar dari pendapatannya. Hal ini akan bertambah parah lagi bila keluarga itu menumpang dirumah orang tua istrinya.
Inilah yang akan memicu persoalan yang akan timbul dirumah tangga tersebut, yang pada akhirnya akan timbul perceraian. Contoh seperti ini sangat banyak ditemukan. Dimana akhirnya suami karena dirumah merasa dilecehkan dirumah , akhirnya mencari pelampiasan dengan berselingkuh.
Tetapi sebenarnya banyak perubahan yang perlu dilakukan oleh fihak istri. Cara-cara tersebut antara lain :
·         Bersyukur. Keduanya harus bersyukur telah diberi karunia nikmat , sehingga penghidupannya lebih baik lagi. Dengan kehidupan lebih baik lagi maka tingkat ibadah merekapun lebih lagi. Yaitu dengan terbukanya kesempatan untuk sedekah dan beramal lebih banyak lagi.
·         Istri harus mengingatkan dan membantu suami agar tetap percaya diri dan tidak minder. Caranya adalah jangan membanding-bandingkan gaji istri kepada suaminya. Karena harus disadari seberapapun tingginya jabatan istri di kantor, maka dirumah ia tetap harus tunduk kepada suaminya sebagai imam
·         Saling terbuka. Bila muncul rasa tidak puas jangan bicara dibelakang tetapi selesaikan sebelum menjadi besar.
·         Bantu suami agar tidak merasa rendah diri bila ada di lingkungan keluarga istri ataupun dilingkungan kantor istri.
·         Pujilah agar ia merasa bangga sebagai suaminya dengan menyebut-nyebut kelebihan. Bukan justru menghinakan dengan menyuruh suami masak atau mengurus dirinya.
E.        Menjadi Keluarga Yang Sakinah
Seorang suami dapat mencgah istrinya untuk bekerja bila pekerjaan itu dapat mengurangi hak suaminya atau merugikannya. Tetapi kalau pekerjaan wanita itu tidak mengurangi hak suami, maka tidak ada alasan bagi suami melarangnya.[7]
Setiap anggota keluarga yang pergi keluar rumah, akan berupaya untuk pulang secepatnya. Sebab, tak ada lagi kenyamanan yang didapat melebihi apa yang didapat dalam keluarga. Karenanya jika anggota keluarga merasa lebih nyaman berada diluar rumah, berarti pertanda keluarganya tidak sakinah.[8]
 Menurut pemakalah bahwa untuk menuju keluarga yang sakinah adalah membangun kepercayaan dalam setiap diri anggota keluarga, karena dengan hal itu akan terciptanya keluarga yang sakinah. Sebuah arti kata kepercayaan akan terjaga apabila setiap pasangan bisa menjaga nilai-nilai kepercayaan dalam mahligai rumah tangga.
BAB III
PENUTUP
       A.       Kesimpulan
Wanita bekerja diluar rumah pada dasarnya tidak masalah asal mendapat restu/izin dari orang tua, dan apabila sudah menikah harus mendapatkan izin dari suami. Namun, bekerja diluar rumah bukan berarti kewajiban sebagai istri dirumah harus ditinggalkan. Seorang wanita/istri yang bekerja diluar rumah harus membagi waktunya dengan baik.
Dampak positif dan negative dari wanita yang bekerja akan menjadi bahan pertimbangan untuk para wanita terutama seorang istri yang harus membagi tugasnya diluar dan didalam rumah. Dan pada akhirnya akan terwujud keluarga yang sakinah.
       B.        Saran
1.      Sebelum bekerja seorang wanita/istri harus mempertimbangkan dampak positif dan negative dari pekerjaan yang akan dijalani.
2.      Walaupun gaji seorang istri lebih besar dari suami, istri harus tetap tunduk dan patuh terhadap suami.
3.      Apabila seorang istri bekerja diluar rumah, maka suami harus mempercayainya dan seorang istri pun harus menjaga kepercayaan suami.
4.      Kepercayaan akan membuat keluarga menjadi sakinah.
DAFTAR PUSTAKA
Basyit, Abdul. 2013. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Tangerang: Erries.
Kamal, Hikmat. 2009 Bingkai Keluarga Sakinah. Tangerang: Pramita Press
Kamil Abudusshamad, Muhammad. 2007. Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Quran. Jakarta: Akbar
Kulsum, Umi. 2007. Risalah Fiqih Wanita Lengkap. Surabaya: Cahaya Mulia.

[1] Abdul Basyit. Kapita Selekta Pendidikan Islam. (Tangerang: Erries. 2013).  Hal. 35
[2] Ibid. Hal. 35
[3] Umi Kulsum. Risalah Fiqih Wanita Lengkap. (Surabaya: Cahaya Mulia. 2007). Hal. 296
[4] Muhammad Kamil Abudusshamad. Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Quran. (Jakarta: Akbar. 2007). Hal. 350
[5] Ibid. hal. 350
[6] Ibid. hal. 353
[7] Umi Kulsum. Risalah Fiqih Wanita Lengkap. (Surabaya: Cahaya Mulia. 2007). Hal. 296
[8] Hikmat Kamal. Bingkai Keluarga Sakinah. (Tangerang: Pramita Press. 2009). Hal. 143

WANITA KARIR DALAM PANDANGAN ISLAM

Posted by : Unknown
Date :Jumat, 18 Oktober 2013
With 0komentar
Prev
▲Top▲