BAB
I
A. HADITS TENTANG ORANG ISLAM ITU
BERSAUDARA
1. Hadits
2. Terjemah Hadits
Dari Abi
Hurairah r.a katanya: Telah bersabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam:
Janganlah kamu berdengki-dengkian, dan janganlah kamu bertipu-tipuan, dan
janganlah kamu berbelakang-belakangkan, dan janganlah sebahagian kamu menjual
di atas penjualan sebahagian daripada kamu dan jadilah kamu wahai hamba Allah
yang bersaudara. Orang Islam bersaudara dengan orang Islam
yang lain, tidak boleh ia menganiayainya, dan tidak boleh membiarkannya (dalam
kehinaannya), dan tidak boleh mendustainya, dan tidak boleh menghinanya.“Taqwa itu di
sini”kata Nabi sambil menunjuk kedadanya tiga kali, Sudah cukup banyak
kejahatan seseorang itu, bahawa ia merendahkan saudaranya yang muslim. Sekalian
orang Islam atas orang Islam haram darahnya dan hartanya dan kehormatannya.
~(Riwayat Imam Muslim)~
3. Kosa Kata:
تَدَابَرُوْ = Menjual
يَحْقِرُهُ = Menghinanya
كُلُّ = Setiap اْلمُسْلِمِ = Orang
Islam
حَرَامٌ َ
= Haram
ضُهُ عِر = Kehormatannya
4. Asbabul Wurud Al-Hadits
Diriwatkan
di dalam “Musykilul Atsar” bersumber daru Umar, katanya: “Kami telah keluar,
ingin menemui Rasulullah. Ikut bersama kami Wail bin Hujrin, namun di
perjalanan ia ditangkap musuh. Maka keluarlah orang-orang untuk memberi
kesaksian baginya. Dan akupun memeberi kesaksian bahwa ia saudaraku”. Kata Rasulullah:
“Engkau benar……………..dan seterusnya”.
5.
Penjelasan
Hadith
ini merupaka antara amanat terakhir Rasulullah s.a.w. kepada umat Islam. Ada
sumber yang mengatakan hadith ini diucapkan sewaktu khutbah wida’. Di dalam
hadith ini, Rasulullah mengajar umat Islam supaya mementingkan perpaduan dan
mengamalkan adab-adab dan tatasusila terutama sekali sesame Muslim. Perpaduan
adalah salah satu intipati terbesar dalam Islam. Di dalam al-quran, terdapat
banyak sekali ayat-ayat yang menggesa umat Islam supaya bersatu. Antaranya,
dalam surah al-‘Imran: 103:
“Dan
berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai..”
Dan
di dalam surah At-Taubah ayat ke 71, Allah menyebut:
“Dan
orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi
‘awliya’ (setia atau penolong) bagi sebahagian yang lain.”
Terdapat
banyak lagi ayat-ayat di dalam al-quran yang menyeru ke arah perpaduan, dan
banyak juga ayat yang melarang perpecahan. Kita dapat melihat ayat-ayat ini
dalam surah ali-Imran: 103, seperti yang disebut tadi.
Terdapat
banyak juga hadis yang menyeru umat Islam supaya bersatu. Di dalam satu hadis
yang direkod oleh Imam Muslim:
“Sesungguhnya
Allah menyukai 3 perkara untuk kamu dan mengharamkan 3 perkara untuk kamu. Dia
menyukai kamu menyembahNya dan meleraikan segala perkara denganNya, kamu
berpegang teguh pada tali Allah dan kamu tidak berpecah. Dan Dia tidak tidak
menyukai bercakap-cakap kosong, terus-menerus bertanya, dan membazir kekayaan.”
Pengajaran:
Agama
Islam adalah agama yang harmoni dan sangat mementingkan keamanan dan perpaduan
sesame umat Islam. Terdapat banyak pengajaran yang dapat diambil secara terus
dari hadis ini.
1.
Jangan saling berdengki.
2.
Jangan saling menipu.
3.
Jangan saling membenci.
4.
Jangan saling membelakangi.
5.
Jangan menjual di atas penjualan orang lain.
Perkara-perkara
yang dinasihati Nabi s.a.w. tersebut semuanya berkaitan dengan hak-hak seorang
Muslim. Seorang Muslim mempunyai hak yang wajib ditunaikan oleh Muslim yang
lain. Perkara-perkara yang diingatkan oleh Rasulullah s.a.w. ini merupakan
antara penyakit hati yang sangat mudah untuk berlaku di dalam kehidupan
seharian kita di mana jua. Justeru, biarpun kelihatan perkara kecil, Rasulullah
mengingatkan umat Islam untuk menjaga perkara-perkara ini sebagai hak seorang
Muslim.
Rasulullah
s.a.w. menyambung nasihat baginda dengan bersabda:
‘Jadilah
kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara’
Hendaklah
umat Islam saling bergaul dan memperlakukan orang lain seperti saudara dalam
kecintaan, kasih sayang, keramahan, kelembutan dan tolong-menolong dalam
kebaikan dengan hati ikhlas dan jujur dalam segala hal.
Seorang
Muslim adalah saudara Muslim yang lain, maka tidak boleh menzaliminya,
menelantarkannya, mendustanya dan menghinanya.
Inilah
indahnya ajaran Islam. Rasulullah menekankan bahawa seorang Muslim adalah
saudara Muslim yang lain. Agama Islam mempersaudarakan umatnya atas talian
aqidah yang suci. Dan inilah dia talian yang diiktiraf oleh Allah di dalam
al-quran.
Betapa
Islam sangat menghargai harga dan nilai seorang Muslim. Menelantarkan di sini
bermaksud tidak member bantuan dan pertolongan. Maksudnya, jika ia meminta
tolong untuk melawan kezaliman, maka menjadi keharusan saudaranya sesame Muslim
untuk menolongnya jika mampu dan tidak ada halangan syar’i.
Taqwa
Akhir
sekali, setelah baginda mengingatkan tentang hak-hak dan adab-adab seorang
Muslim, Rasulullah mengaitkan pula kesemua perkara ini dengan taqwa. Rasulullah
s.a.w. mengingatkan kita bahawa perkara yang membezakan seseorang dari seorang
yang lain ialah taqwa. Orang yang paling mulia adalah orang yang bertaqwa
kepada Allah, meskipun dipandang rendah oleh orang lain.
Nilai
seorang Muslim
Harga
seorang Muslim sangat tinggi dan tidak boleh diperkotak-katikkan orang lain.
Setiap Muslim mempunyai hak dan wajib dihormati dan dijaga haknya. Islam sangat
melarang seorang Muslim untuk merendah-rendahkan seorang Muslim yang lain.
BAB
II
B.
HADITS
TENTANG ORANG YANG BERIMAN ITU IBARAT SATU TUBUH
1.
Tentang
Hadits
مَثَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِهِمْ وَتَرَاحِمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ
مَثَلُ اْلجَسَدِ اِدَااسْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرِ اْلجَسَدِ
بِالسَهَرِ وَاْلحُمَى رواه البخارى والمسلم .
2.
Terjemahan Hadits
Perumpamaan sesama orang-orang mukmin dalam mencinta, menyayangi, dan
merasakan lemah lembut seperti satu tubuh manusia, Jika diantara satu
anggotanya merasa sakit maka seluruh tubuh akan merasakan gelisah dan sakit
panas.(HR.Bukhori dan Muslim)
3.
Kosa Kata:
Saling
mencintai =
|
تَوَادِهِمْ
|
Perumpamaan
|
=
مَثَلُ
|
Tubuh =
|
اْلجَسَدِ
|
Saling
berlaku lemah lembut
|
= وَتَعَاطُفِهِمْ
|
Anggota =
|
عُضْوٌ
|
Mengadu
|
= اسْتَكَى
|
Semua =
|
سَائِرِ
|
Mereka
|
= هِمْ
|
Gelisah =
|
السَهَر
|
Sakit
panas
|
= وَاْلحُمَى
|
Saling
menyayangi =
|
تَرَاحِمِهِمْ
|
Merasakan
|
= تَدَاعَى
|
4.
Penjelasan
Hadis ini
menerangkan tentang etika atau tata pergaulan sosial kemasyarakatan sesama
muslim. Dalam hadis ini Rasullalah memberi pelajaran bagaimana hubungan sosial
orang-orang islam dengan orang islam lainnya. Cinta kasih sayang dan kemesraan
hubungan orang-orang muslim
dengan muslim lainnya itu digambarkan oleh Rasulallah SAW ibarat satu tubuh. Dalam hadis ini juga menjelaskan tentang pentingnya
solideritas dalam kehidupan antara umat islam.
Kita tahu dan
sadar bahwa manusia tidak bisa hidup kecuali dalam kebersamaan. Kebersamaan
baru dapat diwujudkan manakala solideritas tercermin dalam kehidupan
masyarakatnya. Oleh karena itu anjuran hadist tersebut kepada umat islam untuk
mewujudkan solideritas dalam kehidupan antra mereka merupakan ajakan yang
positif dan itulah etika pergaulan sesama umat islam.
BAB
III
C. HADITS TENTANG SESAMA MUSLIM HARUS
SALING MENJAGA LIDAH DAN PERBUATANNYA
1.
Tentang
Hadits
Muslimin
yang baik
عَنْ عبد الله بن عُمْرِو بْنِ العَاصِ
يَقُولُ اِنَّ رَجُلا
سَأَلَ رَسُولُ الله صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّن أَتَى الْمُسلِمِيْنَ خَيْرٌ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنَ لِسَانِهِ وَيَدِهِ |
(رواه مسلم)
2. Terjemah Hadits
Dari
Abdullah bin Amr bin Ash Katanya : Bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah
saw : “ Siapakah yang terbaik di antara kaum muslimih itu? “ Jawab Rasulullah
saw : ”Ialah kaum muslimin yang terhindar dari bencana lidah dan tangannya.”
(HR. Muslim)
3. Kosa Kata
رَجُلا
=
Laki-laki
خَيْرٌ = Terbaik
قَالَ =
Berkata سَلِمَ =
Selamat
لِسَانِهِ
=
Lidahnya يَدِهِ = Tangannya
4.
Asbabul
Wurud Al-Hadits
Diriwayatkan
oleh Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki telah bertannya kepada Rasulullah saw:
“Ya Rasulullah, Muslim yang mana yang paling baik?”. Jawab beliau: “Sebaik-baik
muslim ialah orang yang menjaga lidah dan tangannya dan seterusnya”.
5. Penjelasan
·
Perhatian shahabat yang
sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke surga.
·
Amal perbuatan merupakan
sebab masuk surga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan
sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam “Tidak masuk surga setiap
kalian dengan amalnya ”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan
sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke surga selama Allah belum
menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.
·
Mentauhidkan Allah dan
menunaikan kewajibannya adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
·
Shalat sunnah setelah
shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya.
·
Bahaya lisan dan
perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia dan mencampakkan seseorang ke neraka
karena ucapannya.

0 komentar:
Posting Komentar