Hadits tentang dosa-dosa besar

| Minggu, 09 September 2012


A.    Hadits tentang menyekutukan tuhan, durhaka kepada orang tua,membunuh tanpa hak, dan saksi palsu
1.      Hadits
عن انس رضي الله عنه قَالَ سُئِل اَنبى صل الله عَليه وسلّم عَنِ اكِلبَا ئِرِ قاَلَ الاِشرَاكُ بِالّله وعُقُوقُ الوَالِدينِ وقَتلُ النَفسِ وش      
2.      Terjemahan:                       
Dari Anas ra berkata :”Rosulullah Saw ditanya tentang dosa-dosa besar.Beliau bersabda,menyekutukan Allah,durhaka kepada orang tua,membunuh nyawa dan kesaksian palsu”.(HR.Bukhari).
     3. Kosa Kata:                                                                                                                                     
الكِبَائِر                        : dosa-dosa besar                          اَلاِشْرَاكُ   : menyekutukan
اَلوَالِدَيْنِ                      : kedua orang tua                        عُقُوْقُ     : durhaka

اَلنَّفْسُ                         : jiwa                                                   قَتْلُ        : membunuh

شَحَادَة                        : kesaksian                                        اَلزُوْرِ     : palsu


     4. Penjelasan:
v  Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah (menyembah kepada selain Allah).
v  Bagi orang yang durhaka kepada orang tuanya,maka azab Allah telah menantinya.
   Hadits Nabi:
  “Keridaan Allah berada pada keridaan orang tua,dan murka Allah berada pada murka orang tua”.(HR.Tirmidzi).
  Firman Allah SWT:
                “Dan Tuhanmu tlah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepadanya,dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”.(QS Al-Isra :23).
v  jiwa manusia terlebih lagi seorang muslim tanpa alasan yang benar adalah sebuah dosa yang sangat besar.Seorang muslim dengan muslim lainnya adalah bersaudara karena itu haram darahnya (membunuhnya).
“Dan siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah jahanam,kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya,dan melaknatnya serta menyediakan adzab yang besar baginya”.(QS Anisa:93).           








B.    TUJUH MACAM DOSA BESAR.
1.      HADITS
عن ابى هريرة رضى الّله عنه قال  قال رسول الّله عليه وسلم اخْتَنِبُوا السّبعَ المُبِقاَتِ قالُو ا ياَ رسوالّله وَماَهُنّ قال الشّركُ باِلّلهِ والسَحرُ وقَتلُ النّفسِ الّتِي حَرَمَ الّلهُ اْلاّبالحَقّ وَاْكلُلُ الرّباَ وَاْكلُ ماَلِ اليَتِمِ والتّولِيّ يَومَ الزَحفِ وَقَذ فُ المُحصَنَا تِ المُؤ مِنا تِ الغاَ فلاَتِ
2.      Terjemahan:
“Dari Abu Hurairah ra berkata:Rosulullah Saw bersabda:”Jauhilah tujuh hal yang membinasakan”.Para sahabat berkata,”wahai Rosulullah,apakah ketu               juh hal itu?”Beliau bersabda,”syirik kepada Allah,membunuh jiwa yang telah diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar,memakan riba,memakan harta anak yatim,melarikan diri dari peperangan,dan menuduh zina pada wanita yang menjaga kesucian,beriman dan lalai”.(HR Al-Bukhari).
3.      Kosa Kata:  
الحَقُ               : benar                                                  الشّركُ                      : menyekutukan
اكْلُ             : memakan                              نَفْسُ                  : jiwa
اَلْمُؤمِنا تَ       : wanita2 yang beriman                  اَلْغَافِلاَتُ                   : yang lalai
اَالمُصَنَااتُ                  : menjaga kesucian                 قَذْ فٌ                  : menuduh
اَلتَّولىِّ          : melarikan diri dari perang   اَلسِّحْرُ                : sihir
قَتْلُ             : membunuh




4.      Penjelasan:
Ø  Syirik adalah dosa yang paling besar.
   “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,bagi siapa yang di kehendaki-Nya.Barang siapa yang mempersekutukan Allah,maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.(QS Anisa:48).    
Ø  Membunuh jiwa manusia adalah perbuatan dosa besar.
Ø  Memakan riba.Islam menghendaki terwujudnya kegitan perekonomian yang adil,sehat dan       bersih,karena islam mengharamkan riba.                                                                                           
              “Orang-oramg yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.Keadaan mereka yang demikian itu adalah di-sebabkan mereka bekata atau (berpendapat),sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,lalu berhenti (dari mengambil riba),maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan)  dan urusannya (terserah) kepada Allah.Orang yang kembali (mengmbil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka,mereka kekal di dalamnya”.(QS Al-Baqarah:275).
Ø  Memakan harta anak yatim adalah salah satu bentuk dosa besar.
              Orang yang di amanahi memelihara anak yatim dan hartanya haruslah melaksanakan amanah tersebut dengan baik ia harus menjaga diri dari memakan harta terebut.
             “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim,sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala.(QS Anisa:10).
Ø  Zina.Perbuatan zina merusak tata kehidupan masyarakat.Perbuatan zina menyebabkan tidak jelasnya garis keturunan atau nasib seorang anak.Bagi pelaku zina bukan hanya hukuman di dunia tapi juga di akhirat.
             “Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.(QS Al Isra:32).
 C.  Membunuh Anak Karena Takut Tidak Memberi Makan.
   1. Hadits:
عَن عَبْدُالّله بِنْ مَسْعُد سَالْتُ الَنبِى صلى الّلَه علىهِ وسَلم  اَيُّ الَّذنْبِ اَعْظَمُ عِنْدَالّلهِ قاَلَ  اَنْ تَخْعَلَ لِّلهِ نِدًّاً وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ اْنْ ذَلِكَ لَعَجِمٌ قُلْتُ ثُّمَ اَيُّ قَالَ وَاَنْ تَقْتُلُ وَلَدَكَ تخَافُ اَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ اَيُّ قَالَ اَنْ تُزَنِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ                                                                                                      
2.Terjemahan
  “Aku bertanya kepada Nabi Saw :’Dosa apa yang paling besar dalam pandangan Allah?’Beliau bersabda,’menyekutukan Allah,padahal Dialah yang menciptakanmu.’Aku bekata,’Sungguh, itu adalah dosa besar.’Aku berkata,’Lalu apa?’Beliau bersabda,’Membunuh anakmu karena takut dia makan bersamamu,’Aku berkata,’Lalu apa?’Beliau bersabda,’Berzina dengan istri tetanggamu.”(HR Bukhari).
  Firman Allah Swt:”Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah,”(QS Al-Baqarah:22).
   3.Kosa Kata
     ذَنْب         : dosa                                    اَعْظِمُ                    : lebih besar

 تَجْعَلُ نِدًا        : menjadikan sekutu      تَقْتُلُ                     : membunuh

تَخَا فُ            : yang di takuti                  يَطْعَمُ                    : member makan

حَلِيلَةُ              : istri                                     وَلَدٌ                      : anak

جَا رٌ                : tetanggamu


4.Asbabul Wurud
             Ibnu Hamzah Al Husaini Al Han   Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa ia bertanya kepada Nabi Saw mengenai dosa yang sebesar-besarnya di sisi Allah.Lalu beliau menyebutkan menurut hadits di atas.Selesai Nabi menyebut satu dosa besar (mempersekutukan Allah) Ibnu Mas’ud bertanya lagi,sampai tiga kali,sehingga dosa besar yang disebutkan juga tiga macam.
             Allah berfirman:”Sesungguhnya Allah tak akan mengampuni seseorang yang mempersekutukan-Nya dan mengampuni selain dari itu”. (QS.Anisa:116).”Dan janganlah engkau bunuh anak-anakmu karena takut lapar,kami-lah yang member rezki mereka dan juga rezki kamu”.(QS.Al-Isra:31).Firman-Nya lagi:”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.Barang siapa yang melakukan demikian itu niscaya dia mendapat dosa.Yakni akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu,dalam keadaan terhina.Kecuali orang-orang yang bertaubat,beriman dan beramal shalih,maka mereka itu kejahatannya akan diganti oleh Allah dengan kebaikn.Dan Allah Maha Pengampu dan Maha Penyayang”. (Al-Baqarah : 68-70).

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲